Jl. H. Udan Said No.47, Baru, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74113
Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri sebagai bahan baku penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar.
Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatera,
jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.Mengelola sekitar 137.000 hektar kebun kelapa sawit di Indonesia.
Menghasilkan berbagai produk
konsumen berbasis kelapa sawit seperti minyak goreng (Filma, Kunci Mas), margarin (Palmboom), dan produk lainnya.kelapa sawit umumnya
dipanen dua kali dalam sebulan atau setiap 10-14 hari sekali. Frekuensi ini bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti kondisi iklim,
perawatan kebun, dan jenis varietas kelapa sawit.
Karena minyak kelapa sawit mengandung lebih banyak lemak jenuh daripada minyak yang terbuat dari kanola, jagung, biji rami, kacang kedelai,
safflower, dan bunga matahari, minyak kelapa sawit dapat tahan terhadap panas yang ekstrem dan tahan terhadap oksidasi.Ini tidak mengandung
lemak trans, dan penggunaannya dalam makanan telah meningkat sebagai hukum pelabelan makanan dan telah mengubah dalam penentuan kandungan
lemak trans. Minyak dari Elaeis guineensis juga digunakan sebagai biofuel.Penggunaan minyak kelapa sawit telah dilakukan sekitar 5.000 tahun yang lalu
di pesisir barat Afrika. Minyak kelapa sawit juga ditemukan pada akhir abad ke-19 oleh para arkeolog di sebuah makam di Abydos yang berasal dari 3000 SM.
Diperkirakan pedagang Arab membawa kelapa sawit ke Mesir.
Kelapa sawit biasa ditemukan di daerah semak belukar dengan berbagai jenis tipe tanah seperti podzolik, latosol, hidromorfik kelabu, alluvial atau regosol,
tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai. Jenis tanah tersebut memengaruhi tingkat produksi kelapa sawit, di mana produktivitas kelapa sawit
yang ditumbuhkan di tanah podzolik lebih tinggi dibandingkan ditumbuhkan di tanah berpasir dan gambut. Kelapa sawit kurang optimal jika ditumbuhkan di Pulau
Jawa karena jenis tanahnya yang kurang sesuai dengan jenis tanah yang mendukung pertumbuhan kelapa sawit. Temperatur optimal untuk pertumbuhan kelapa
sawit adalah 24-28 °C dengan ketinggian 1-500 mdpl dan tingkat kelembapan 80-90%.
Faktor yang dapat menyebabkan penurunan hasil produksi pada tanaman kelapa sawit di antaranya hama dan penyakit. Serangan hama utama ulat pemakan
daun kelapa sawit, yakni ulat api (Lepidoptera: Limacodidae) dan ulat kantong (Lepidoptera: Psychidae).Potensi kehilangan hasil yang disebabkan kedua hama
ini dapat mencapai 35%.Jenis ulat api yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah Setothosea asigna, Setora nitens, Darna trima, Darna diducta dan Darna bradleyi.
PT Sawit Madd Sarana(SMS) mengelola 23 perkebunan kelapa sawit, semuanya terkonsentrasi di Indonesia.
SSMS dan anak perusahaan
mengelola total 116.029 Ha area lahan perkebunan sawit baik yang dikelola oleh perusahaan langsung ataupun oleh petani plasma, di mana
81.485 Ha merupakan lahan perkebunan inti yang telah ditanami oleh tanaman yang menghasilkan (mature) dan terdiri dari 69.236 Ha merupakan
lahan perkebunan inti (nucleus), dan 12.248 Ha kebun sawit yang dikelola oleh petani plasma (plasma).
Berkat rangkaian usaha ini,
PT Sawit Madd Sarana (SMS) mencetak angka rata-rata 23.5 metrik ton produksi tandan buah segar (TBS) per hektar, dan saat ini sedang
bekerja untuk mencapai 35 metrik ton per hektar. SSMS juga mampu menghasilkan rata-rata 6.7 ton minyak kelapa sawit mentah (CPO) per hektar,
salah satu yang tertinggi di industri.
Block adalah area yang sudah ditentukan luas dan batasnya menjadi satu bagian. Contohnya Blok A,A1, blok F,f2, blok B, blok C.
Ancak adalah pembagian areal panen atau ancak panen harian yang dipanen pada hari-hari tertentu yang disesuaikan berdasarkan rotasi panen.
TPH adaalah tempat dimana pengumpulan hasil panen sawit.