Sejarah Kelapa Sawit

Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri sebagai bahan baku penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

VISI & MISI
  • VISI
  • Mengembangkan kelapa sawit sebagai dasar makanan dan komoditas yang dibutuhkan industri ramah lingkungan di masa depan.
  • MISI
  • Memperoleh keuntungan maksimum melalui pengembangan industri minyak sawit yang ramah lingkungan bersama dengan masyarakat sekitar.

    CIRI-CIRI

    Kelapa sawit memiliki ciri-ciri Arecaceae dewasa bertangkai tunggal, dan dapat tumbuh dengan ketinggian lebih dari 20 m (66 ft). Daunnya menyirip, dan panjang mencapai antara 3–5 m (10–16 ft). Bunganya diproduksi dalam bentuk padat; masing-masing bunga kecil, dengan tiga sepal dan tiga kelopak. Buahnya berwarna kemerahan, seukuran plum besar, dan tumbuh dalam tandan besar. Setiap buah terdiri dari lapisan luar yang mengandung minyak (perikarp), dengan biji tunggal (inti sawit), juga kaya akan minyak.
    Kelapa sawit berbentuk pohon, Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun.
    Setelah umur 12 tahun pelepah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelepah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.


    PEMILIK PT SAWIT

    MUHAMMAD SUTRISNO

    PT.SAWIT MADD SARANA dimiliki oleh seseorang yang mempunyai Nama MUHAMMAD SUTRISNO biasa di panggil dengan nama (AHMAD atau MADD). Beliau berkelahiran di Kecamatan Sawit Seberang,Langkat Sumatera Utara pada tanggal 13 Januari 2003.
    sawit ini di kelola olehnya pada tahun 2017 hingga sekarang ini, beliau anak ke-2 dari dua bersaudara. Saat ini ia tinggal di Dusun Titi Belanga Kecamatan Batang Serangan,Langkat Sumatera Utara.Berikut adalah rincian pemegang saham utama SSMS: PT Citra Borneo Indah: Memiliki 57,57% saham. PT Putra Borneo Agro Lestari: Memiliki 7,68% saham. Maybank Securities Pte Ltd: Memiliki 8,26% saham. CGS-CIMB Securities: Memiliki 0,90% saham. Selain pemegang saham utama, SSMS juga memiliki beberapa direksi dan komisaris, antara lain: Bungaran Saragih: Presiden Komisaris. Rimbun Situmorang: Komisaris. Hoesen: Komisaris Independen. Jap Hartono: Presiden Direktur. Akhmad Faisyal: Direktur.

    Copyright © 2025 Website , design with
    PT.SAWIT MADD SARANA

    Hubungi kami: 6282282657127

    BERANDA | LOKASI | TENTANG | DATA | GALERI

    Semua informasi di halaman ini memiliki hak cipta, anda tidak diperkenankan untuk menyebarluaskan tanpa seijin pengelola website